Hubungan Personal Hygiene Dan Riwayat Kontak Dengan Kejadian Demam Typoid Di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kab.Aceh Besar
Abstract
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah endemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dan riwayat kontak dengan kejadian demam tifoid di Puskesmas Latong tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap yang tercatat di Puskesmas Latong sebanyak 76 orang, dengan sampel 43 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai personal hygiene dan riwayat kontak serta observasi hasil laboratorium, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara personal hygiene dan riwayat kontak langsung dengan kejadian demam tifoid (p < 0,05). Temuan ini menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi mengenai kebersihan diri serta pencegahan kontak langsung dengan penderita sebagai strategi pengendalian demam tifoid di masyarakat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Bakhtiar, R., Novianto, A., Hafid, M. G., Sidiq, J., Setyoadi, E., & Fitriany, E. (2020). Hubungan faktor risiko mencuci tangan sebelum makan, sarana air bersih, riwayat tifoid keluarga, kebiasaan jajan di luar rumah dengan kejadian tifoid di wilayah kerja Puskesmas Palaran Samarinda. Jurnal Kedokteran Mulawarman, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.30872/j.ked.mulawarman.v7i1.3704
Damayanti, Y. (2019). Hubungan personal hygiene dan kondisi fisik ruangan dengan kejadian dermatitis di Pondok Pesantren Mawaridussalam [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara].
Direktorat Kesehatan Lingkungan. (2020). Panduan cuci tangan pakai sabun. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Elisabeth, P. I., Wandra, T., Nugrahini, N., Nawawi, S., & Kandun, N. (2016). Program pengendalian demam tifoid di Indonesia: Tantangan dan peluang. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 26(2), 99–108. https://doi.org/10.22435/mpk.v26i2.5447.99-108
Farodius, I., & Purnadianti, M. (2020). Hubungan personal hygiene dengan kadar hemoglobin pada penderita suspek demam tifoid di Rumah Sakit Umum Lirboyo. Medica Hospitalia, 3(2), 24–30.
Gunawan, A., Rahman, I. A., & Nurapandi, A. (2022). Hubungan personal hygiene dengan kejadian demam tifoid pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Imbanagara Kabupaten Ciamis. Healthcare Nursing Journal, 4(2), 404–412.
Qudus, D. M. A. (2023). Hubungan kebiasaan mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Mantang. CMJ (Community Medicine Journal).
Rosdiana, D. H. (2019). Hubungan personal hygiene dan riwayat kontak dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Kare Kabupaten Madiun [Skripsi, STIKES Bhakti Husada Mulia].
Yusra. (2018). Hubungan personal hygiene dengan kejadian demam tifoid pada anak usia sekolah di ruang Nuri RSU Anutapura Palu [Skripsi, STIKes Widya Nusantara Palu].
World Health Organization. (2016). Typhoid fever: Global burden and epidemiology report. WHO Press.
DOI: https://doi.org/10.51849/j-bikes.v6i1.158
Refbacks
- There are currently no refbacks.






